Konflik Agama dan Pluralisme Agama di Indonesia

  • Sudianto Manullang Sekolah Tinggi Teologi SAPPI

Abstract

Konflik agama di Indonesia terjadi disebabkan oleh faktor non-agama masalah politik, yaitu agama dijadikan sebagai alat untuk kepentingan politik tertentu untuk mencapai kekuasaan; masalah ekonomi yang menjerat masyarakat; dan permasalahan sosial dalam masyarakat yang disebabkan oleh kesenjangan sosial antara masyarakat miskin dan kaya. Konflik agama yang disebabkan oleh agama adalah karena menganggap dogma, doktrin agamanya yang paling benar, sehingga menolak pluralitas agama di Indonesia. Ia menganggap di luar dari ajarannya adalah sesat, sehingga ia melakukan kekerasan atas nama agama. Oleh sebab itu, artikel ini mengusulkan pendekatan antroposentris, etikosentris, soteriosentris terhadap agama-agama dalam pluralitas. Akan tetapi, tidak terjebak dalam pluralisme agama yang menyamakan semua agama, sehingga masuk ke dalam perangkap sinkretisme.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Salim, Peter. The Contemporary English-Indonesia Dictionary. Jakarta: Modern English Press. 1991.
Published
2014-12-15
How to Cite
Manullang, S. (2014). Konflik Agama dan Pluralisme Agama di Indonesia. Te Deum (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan), 4(1), 99-120. Retrieved from https://ojs.sttsappi.ac.id/index.php/tedeum/article/view/78