Pluralitas menurut Hans Kung dan Implikasinya di Indonesia

Suatu Kajian Etika Global

  • Aeron Frior Sihombing Sekolah Tinggi Teologi SAPPI

Abstract

Pluralitas atau kemajemukan merupakan suatu keniscayaan di Indonesia, sehingga pluralitas harus dipertahankan. Oleh sebab itu, artikel ini berusaha untuk melihat bagaimana pluralitas menurut Hans Küng, di mana di dalamnya terkandung nilai-nilai universal yang berkaitan dengan Pancasila. Pluritasi dilihat bukan sebagai kompetisi yang harus saling mengasingkan, namun sebagai kekayaan bangsa Indonesia yang saling mengisi dan melengkapi. Meskipun demikian tentu saja harus tetap dicermati secara teliti pendekatan dan sifat ideologi partnership (ideologi pluralitas dalam agama) berusaha mencari titik temu dengan agama-agama lain, yaitu dengan pendekatan teosentrisme sebagaimana dikatakan oleh Hick yang diikuti oleh Knitter, sehingga semua agama menyembah Allah yang sama dan mereka akan sederajat. Ia akan menghilangkan finalitas kristosentris, karena dianggap sebagai ideologi tertutup, kompetisi dan bermusuhan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

John Hick. Problem of Religious Pluralism. London: The Macmillan Press LTD. 1985
Published
2017-06-12
How to Cite
Frior Sihombing, A. (2017). Pluralitas menurut Hans Kung dan Implikasinya di Indonesia. Te Deum (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan), 6(2), 157-180. https://doi.org/10.51828/td.v6i2.54