Meninjau Konsep Seksualitas Menurut Kejadian 1:26-28 dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Seksual bagi Remaja

  • Michael Dhanraj Christian University of Indonesia
  • Christina Metallica Samosir Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, Indonesia
  • Yonatan Universitas Kristen Indonesia
  • Hetti Meriani Debataraja Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, Indonesia
Keywords: kitab Kejadian, pendidikan seks, remaja

Abstract

Melihat perkembangan fenomena pergaulan dan seks bebas, terkhusus di kalangan remaja mendorong penulis untuk menuliskan artikel ini. Ditemukan bahwa para remaja memiliki konsep seksual yang salah, terbukti dengan “cara melampiaskannya” dan “tujuan melampiaskannya”. Tidak hanya itu, faktor dari orang tua yang terjebak di dalam paradigma “seks merupakan hal yang tabu” menyebabkan para remaja tidak mendapatkan edukasi mengenai konsep seksualitas yang benar. Oleh karena itu, tujuan artikel ini adalah untuk meninjau konsep seksualitas menurut Kejadian 1:26-28, dan ingin memberikan penegasan kepada para remaja serta orang tua bahwa seksualitas hanya dilakukan setelah menikah. Melalui pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka dan teknik hermeneutika, didapatkan hasil bahwa sesungguhnya seks merupakan atribut mulia yang Allah ciptakan berdasarkan gambar dan rupa-Nya. Dengan tujuan prokreasi dan memuliakan Tuhan, seks seharusnya ditempatkan di dalam pernikahan kudus berdasarkan berkat dari Allah sehingga terlihat perkenanan Allah di dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adrian, dan Muhammad Irfan Syaifuddin. “Peran Orang Tua sebagai Pendidik Anak dalam Keluarga.” EDUGAMA: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan 3, no. 02 (2017): 147–67.

Anwar, Hafri Khaidir, Martunis, dan Fajriani. “Analisis Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Pergaulan Bebas Pada Remaja Di Kota Banda Aceh.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling 4, no. 2 (2019): 9–18.

Bijaksana, Aga Jaya. “Survei, 40 Persen Remaja Terjerumus Pergaulan Bebas.” rri, 2020. https://rri.co.id/daerah/889965/survei-40-persen-remaja-terjerumus-pergaulan-bebas.

Bill, T Arnold. The New Cambridge Bible Commentary: Genesis. New York: Cambridge University Press, 2009.

Boiliu, Noh Ibrahim. “Teologia Heteroseksual Berdasarkan Kejadian 1:26-28 dan Implikasinya dalam Perilaku Seksual” 1, no. 1 (2017): 39–49.

Brueggeman, Walter. Genesis : In Bible Commentary for Teaching and Preaching Interpretation. Tetrahedron Letters. Atlanta: Westminster John Knox Press, 1982.

Cassuto, U. A Commentary on The Book of Genesis: Part One. Illinois: Varda Books, 2005.

Fauziah, Frida. “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Seks Kabupaten Aceh Utara Tahun 2021.” Jurnal of Healthcare Techology and Mediccine 7, no. 2 (2021): 1526–45.

Hamilton, Victor P. The Book of Genesis Chapters 1-17. Michigan: William B. Eerdmans Publishing Company, 1990.

Harefa, Juliman. “Makna Allah Pencipta Manusia dan Problematika Arti Kata ‘Kita dalam Kejadian 1 : 26-27.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 3 (2019): 107–17.

Henry, Matthew, Rapids Grand, dan Tim Perrine. Commentary on the Whole Bible Volume I- (Genesis to Deuteronomy). Michigan: Grand Rapids, 1708.

Hurlock, Elizabeth B. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi Keli. Jakarta: Penerbit Erlangga, 1980.

Institue of Classical Christian Studies (ICCS). Ancient Christian Commentary on Scripture: Genesis 1‐11. Disunting oleh Andrew Louth, Marco Conti, dan Thomas C. Oden. InterVarsity Press. Illinois: InterVarsity Press, 2001. https://doi.org/10.1108/rr.2002.16.4.9.176.

Jahja, Yudrik. Psikologi Perkembangan. 4 ed. Jakarta: Kencana, 2015.

Jannah, Miftahul. “Studi Kasus Tentang Pergauluan Remaja di Jorong Padang Datar Nagari Tanjung Barulak Kecamatan Tanjung Emas.” Institut Agama Islam Negeri, 2021.

Kidner, Derek. Genesis: An Introduction and Commentary. Illinois: InterVarsity Press, 2008.

LAI. Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan (The Full Life Study Bible). Jakarta: Gandum Mas, 2009.

Laia, Tinis Vivid, dan Thobias A. Messakh. “Kesetaraan Laki-Laki Dan Perempuan Menurut Kejadian 1:26-27 Dan 2:18-23 Serta Implikasinya Dalam Masyarakat Dan Gereja Nias.” Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 1, no. 1 (2019): 37–69. https://doi.org/10.55076/didache.v1i1.21.

Lizawati, Lydia. “Aplikasi Frasa Le Basar Ehad dalam Kejadian 2:24 Bagi Keluarga Masa Kini.” Jurnal Teologi El-Shadday 4, no. Desember (2017): 76–90.

Mathews, Kenneth A. The New American Commentary: An Exegetical and Theological Exposition of Holy Scripture Genesis 1-11:26. 1A ed. Nashville: Broadman & Holman Publishers, 1996.

Merliana, Grecetinovitria. “Relasi dan Eksistensi Laki-laki dan Perempuan Sebagai Gambar Rupa Allah Menurut Kejadian 1:26-28.” Jurnal Teologi Cultivation 2, no. 2 (2018).

Monding, Yushiko D. “Tinjauan Teologis tentang Pendidikan Seks dari Perspektif Pendidikan Kristiani Transformatif.” Pengarah: Jurnal Teologi Kristen 2, no. 2 (2020): 173–82. https://doi.org/10.36270/pengarah.v2i2.39.

Nadeak, Bernadetha, Elferida Sormin, Lamhot Naibaho, dan Evi Deliviana. “Sexuality in Education Begins in The Home (Pendidikan Seksual Berawal Dalam Keluarga).” Comunita Servizio 2, no. 1 (2020): 254–64.

Nainggolan, Novina Fransisca, dan Urbanus Sukri. “Tanggung Jawab Orang Tua Kristen Dalam Pendidikan Anak Terhadap Spritualitas Anak Tkk Anugerah Immanuel Di Tapanuli Utara.” JPAK: Jurnal Pendidikan Agama 1, no. 1 (2021): 40.

Ninawati, Mimin, dan Sri Lestari Handayani. “Pengaruh Pendidikan Seksual Dalam Pembelajaran Terhadap Perilaku Kekerasan Seksual Siswa Kelas Vi.” Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar 2, no. 2 (2018): 217. https://doi.org/10.23887/jisd.v2i2.13791.

Osborne, Grant R. Spiral Hermeneutika: Pengantar Komprehensif bagi Penafsiran Alkitab. Surabaya: Momentum, 2018.

Oxford. Bible Commentary: The Pentateuch. Disunting oleh John Muddiman dan John Barton. Oxford University Press. New York: Oxford University Press, 2010.

Prabowo, Paulus Dimas, dan Anggi Malela. “Konsep Prokreasi Dalam Kejadian 1 : 26-28 Sebagai Jawaban Terhadap Gaya Hidup Childfree.” Pengarah: Jurnal Teologi Kristen 5, no. 1 (2023).

Prianto, Robi, Rusliadi Rusliadi, dan Yohanes Hasiholan Tampubolon. “Studi Eksegesis 2 Korintus 11:4 Mengenai ‘Yesus yang Lain’ dan Implikasinya terhadap Pembinaan Iman Jemaat.” Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 4, no. 1 (30 April 2023): 87–105. https://doi.org/10.46305/im.v4i1.158.

Rad, Gerhard Von. Genesis: A Commentary. Philadelphia: The Westminster Press, 1972.

Rantesalu, Syani Bombongan. “Kompetensi Pedagogik Menurut Analisis Ulangan 6:7-9 dengan Pendekatan Hermeneutik Schleiermacher.” BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 1, no. 2 (2018): 153–63. https://doi.org/10.34307/b.v1i2.14.

Sarwono, Sarlito W. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Rajawali Pers, 2012.

Sinaga, Krisda Mahdalena. “Konsep Pendidikan Anak Menurut Lawrence O . Richards dan Implementasinya bagi Perkembangan Iman Anak dalam Keluarga Kristen.” Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 2 (2020).

Triyani, Rasyidah. “Pendidikan Seks Dalam Keluarga (Studi Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dan Remaja Dalam Mencegah Perilaku Seks Pra Nikah Di Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya).” Jurnal Mahasiswa FISIP Unsyiah 3, no. 1 (2018): 1–15.

Walton, John H. The NIV Application Commentary Genesis. Michigan: Zondervan, 2001.

Zakiyah, Ratna, Yayi Suryo Prabandari, dan Atik Triratnawati. “Tabu, hambatan budaya pendidikan seksualitas dini pada anak.” Berita Kedokteran Masyarakat 32, no. 9 (2018): 323. https://doi.org/10.22146/bkm.10557.

Published
2024-06-28
How to Cite
Dhanraj, M., Samosir, C. M., Bejo, Y., & Debataraja, H. M. (2024). Meninjau Konsep Seksualitas Menurut Kejadian 1:26-28 dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Seksual bagi Remaja. Te Deum (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan), 13(2), 279-298. https://doi.org/10.51828/td.v13i2.269